{"id":371,"date":"2025-01-16T06:51:51","date_gmt":"2025-01-16T06:51:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lexpriority.id\/?p=371"},"modified":"2025-01-18T02:52:14","modified_gmt":"2025-01-18T02:52:14","slug":"test","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/","title":{"rendered":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan"},"content":{"rendered":"<p>Untuk lebih memahami hak dan kewajiban pajak Anda, silahkan disimak berbagai istilah umum perpajakan pajak berikut ini.<\/p>\n<p>Pajak\u00a0adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.<br \/>\nWajib Pajak (WP)\u00a0adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.<br \/>\nBadan\u00a0adalah sekumpulan orang dan\/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.<br \/>\nPengusaha\u00a0adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar daerah pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar daerah pabean.<br \/>\nPengusaha Kena Pajak\u00a0(PKP)\u00a0adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan\/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya.<br \/>\nNomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)\u00a0adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.<br \/>\nMasa Pajak\u00a0adalah jangka waktu yang menjadi dasar bagi Wajib Pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang dalam suatu jangka waktu tertentu sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini.<br \/>\nTahun Pajak\u00a0adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender.<br \/>\nBagian Tahun Pajak\u00a0adalah bagian dari jangka waktu 1 (satu) Tahun Pajak.<br \/>\nPajak yang terutang\u00a0adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam Masa Pajak, dalam Tahun Pajak, atau dalam Bagian Tahun Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.<br \/>\nSurat Pemberitahuan\u00a0(SPT)\u00a0adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan\/atau pembayaran pajak, objek pajak dan\/atau bukan objek pajak, dan\/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.<br \/>\nSurat Pemberitahuan Masa\u00a0(SPT Masa)\u00a0adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak.<br \/>\nSurat Pemberitahuan Tahunan\u00a0(SPT Tahunan)\u00a0adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak.<br \/>\nSurat Setoran Pajak\u00a0(SSP)\u00a0adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak\u00a0adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Ketetapan Pajak Nihil, atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar.<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Kurang Bayar\u00a0adalah surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan jumlah pajak yang masih harus dibayar.<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan\u00a0adalah surat ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Nihil\u00a0adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah pokok pajak sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit pajak.<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Lebih Bayar\u00a0adalah surat ketetapan pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang.<br \/>\nSurat Tagihan Pajak\u00a0adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan\/atau sanksi administrasi berupa bunga dan\/atau denda.<br \/>\nSurat Paksa\u00a0adalah surat perintah membayar utang pajak dan biaya penagihan pajak.<br \/>\nKredit Pajak untuk Pajak Penghasilan\u00a0adalah pajak yang dibayar sendiri oleh Wajib Pajak ditambah dengan pokok pajak yang terutang dalam Surat Tagihan Pajak karena Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan pajak yang dipotong atau dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.<br \/>\nKredit Pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai\u00a0adalah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan setelah dikurangi dengan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak atau setelah dikurangi dengan pajak yang telah dikompensasikan, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.<br \/>\nPekerjaan bebas\u00a0adalah pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.<br \/>\nPemeriksaan\u00a0adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan\/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan\/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.<br \/>\nBukti Permulaan\u00a0adalah keadaan, perbuatan, dan\/atau bukti berupa keterangan, tulisan, atau benda yang dapat memberikan petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang atau telah terjadi suatu tindak pidana di bidang perpajakan yang dilakukan oleh siapa saja yang dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.<br \/>\nPemeriksaan Bukti Permulaan\u00a0adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan bukti permulaan tentang adanya dugaan telah terjadi tindak pidana di bidang perpajakan.<br \/>\nPenanggung Pajak\u00a0adalah orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban Wajib Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.<br \/>\nPembukuan\u00a0adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.<br \/>\nPenelitian\u00a0adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menilai kelengkapan pengisian Surat Pemberitahuan dan lampiran-lampirannya termasuk penilaian tentang kebenaran penulisan dan penghitungannya.<br \/>\nPenyidikan tindak pidana di bidang perpajakan\u00a0adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangkanya.<br \/>\nPenyidik\u00a0adalah pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<br \/>\nPersetujuan Penghindaran Pajak Berganda adalah perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara mitra atau yurisdiksi mitra untuk mencegah terjadinya pengenaan pajak berganda dan pengelakan pajak.<br \/>\nProsedur Persetujuan Bersama adalah prosedur administratif yang diatur dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda.<br \/>\nPersetujuan Bersama adalah hasil yang telah disepakati dalam penerapan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda oleh pejabat yang berwenang dari Pemerintah Indonesia dan pemerintah negara mitra atau yurisdiksi mitra Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda sehubungan dengan Prosedur Persetujuan Bersama yang telah dilaksanakan.<br \/>\nSurat Keputusan Pembetulan\u00a0adalah surat keputusan yang membetulkan kesalahan tulis, kesalahan hitung, dan\/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundang-undangan perpajakan yang terdapat dalam surat ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga.<br \/>\nSurat Keputusan Keberatan\u00a0adalah surat keputusan atas keberatan terhadap surat ketetapan pajak atau terhadap pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga yang diajukan oleh Wajib Pajak.<br \/>\nSurat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi adalah surat keputusan mengenai pengurangan sanksi administratif.<br \/>\nSurat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi adalah surat keputusan mengenai penghapusan sanksi administratif.<br \/>\nSurat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak adalah surat keputusan mengenai pengurangan ketetapan pajak.<br \/>\nSurat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak adalah surat keputusan mengenai pembatalan ketetapan pajak.<br \/>\nPutusan Banding\u00a0adalah putusan badan peradilan pajak atas banding terhadap Surat Keputusan Keberatan yang diajukan oleh Wajib Pajak.<br \/>\nPutusan Gugatan\u00a0adalah putusan badan peradilan pajak atas gugatan terhadap hal-hal yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dapat diajukan gugatan.<br \/>\nPutusan Peninjauan Kembali\u00a0adalah putusan Mahkamah Agung atas permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Wajib Pajak atau oleh Direktur Jenderal Pajak terhadap Putusan Banding atau Putusan Gugatan dari badan peradilan pajak.<br \/>\nSurat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak\u00a0adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pengembalian pendahuluan kelebihan pajak untuk Wajib Pajak tertentu.<br \/>\nSurat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga\u00a0adalah surat keputusan yang menentukan jumlah imbalan bunga yang diberikan kepada Wajib Pajak.<br \/>\nSurat Keputusan Persetujuan Bersama adalah surat keputusan yang diterbitkan untuk menindaklanjuti kesepakatan dalam Persetujuan Bersama.<br \/>\nTanggal dikirim\u00a0adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal disampaikan secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan disampaikan secara langsung.<br \/>\nTanggal diterima\u00a0adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal diterima secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan diterima secara langsung.<\/p>\n<p>source : https:\/\/pajak.go.id\/en\/node\/34277<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk lebih memahami hak dan kewajiban pajak Anda, silahkan disimak berbagai istilah umum perpajakan pajak berikut ini. Pajak\u00a0adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk lebih memahami hak dan kewajiban pajak Anda, silahkan disimak berbagai istilah umum perpajakan pajak berikut ini. Pajak\u00a0adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"lex priority\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-16T06:51:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-18T02:52:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1486\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"lex_admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"lex_admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"lex_admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/505c9eaae8c0401b500a76c56957364f\"},\"headline\":\"Istilah-istilah Dalam Perpajakan\",\"datePublished\":\"2025-01-16T06:51:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-18T02:52:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/\"},\"wordCount\":1411,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/\",\"name\":\"Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-16T06:51:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-18T02:52:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1486},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/16\\\/test\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Istilah-istilah Dalam Perpajakan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/\",\"name\":\"lex priority\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#organization\",\"name\":\"lex priority\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/cropped-head.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/02\\\/cropped-head.png\",\"width\":807,\"height\":107,\"caption\":\"lex priority\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/505c9eaae8c0401b500a76c56957364f\",\"name\":\"lex_admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"lex_admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/lexpriority.id\\\/index.php\\\/author\\\/lex_admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority","og_description":"Untuk lebih memahami hak dan kewajiban pajak Anda, silahkan disimak berbagai istilah umum perpajakan pajak berikut ini. Pajak\u00a0adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh&hellip;","og_url":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/","og_site_name":"lex priority","article_published_time":"2025-01-16T06:51:51+00:00","article_modified_time":"2025-01-18T02:52:14+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1486,"url":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"lex_admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"lex_admin","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/"},"author":{"name":"lex_admin","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#\/schema\/person\/505c9eaae8c0401b500a76c56957364f"},"headline":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan","datePublished":"2025-01-16T06:51:51+00:00","dateModified":"2025-01-18T02:52:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/"},"wordCount":1411,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/","url":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/","name":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan - lex priority","isPartOf":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg","datePublished":"2025-01-16T06:51:51+00:00","dateModified":"2025-01-18T02:52:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#primaryimage","url":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/PAJAK_BRM-scaled-1.jpg","width":2560,"height":1486},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/2025\/01\/16\/test\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/lexpriority.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Istilah-istilah Dalam Perpajakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#website","url":"https:\/\/lexpriority.id\/","name":"lex priority","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/lexpriority.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#organization","name":"lex priority","url":"https:\/\/lexpriority.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-head.png","contentUrl":"https:\/\/lexpriority.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/cropped-head.png","width":807,"height":107,"caption":"lex priority"},"image":{"@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/lexpriority.id\/#\/schema\/person\/505c9eaae8c0401b500a76c56957364f","name":"lex_admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c5169911959083b0a801fa791e9b67a117aa65818daf64276ce1d29278f2b80b?s=96&d=mm&r=g","caption":"lex_admin"},"sameAs":["https:\/\/lexpriority.id"],"url":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/author\/lex_admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":379,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions\/379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lexpriority.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}